Setiap harimu dilalui dengan bersamaan, tidak jauh berbeda dengan hari sebelumnya. Kau merasakan hal yang sama lagi, entah kapan itu berakhir. Perasaanmu mulai muak dengan keadaan. Sekarang hanya tinggal menunggu harimu datang. Tentu yang dinilai seberapa besar kamu berusaha untuk mendapatkannya, terkadang begitu sulit dan hampir putus asa. Tetapi semua itu adalah proses dalam hidupmu.
Sejak kecil dirimu sudah merasakan kesepian. Jejak itu seakan menghantuimu. Merasa binggung saat sedang sendirian. Bagaimana bisa orang di sekelilingmu tidak memperdulikan hawa keberadaanmu. Orang tuamu yang sudah mendidikmu dan mengajarkanmu banyak hal sangat memperdulikanmu. Bahkan kamu sendiri tidak menghiraukan itu . Padahal kasih sayang orang tua kepadamu sungguh tulus.
Apalah arti kesepian bagimu. Bahkan orang tuamu sudah memberikan segalanya untukmu. “Apakah kurang cukup bagimu?”. Terlihat dari raut wajahmu yang muram dan lesuh. Sudah menggambarkan kondisimu saat itu. Jika dirimu tak sanggup menghadapi kehancuran pada dirimu sendiri. Bayangkan saja kamu berada dalam kesulitan, itu dapat membuatmu berkembang menjadi yang lebih baik.
Kehidupan itu bagai tantangan yang membuatmu kuat mengahadapi segalanya. Semakin sulit rintanganmu dapat menjadikan pembelajaran buatmu kedepannya. Dirimu akan tahu kesalahan apa yang telah kamu perbuat secara otomati kamu menjadikan itu sebuah pelajaran baru untukmu. Percaya pada dirimu sendiri dapat bisa mengahadapi semua Printangan itu sendirian.
Kesepian mengacu pada kondisi ketika kamu merasa seperti sendirian dan tidak berkawan, kadang sepi di tengah keramaian, dan merasa tidak diinginkan dalam suatu perkumpulan. Kesepian bisa terjadi pada siapa saja, remaja, dewasa, muda, hingga lansia, bermacam pula alasannya. Kembali pada kesiapan dirimu untuk behadapan dengan kesepian. Itu buruk dan terkadang baik untuk dirimu, asalkan tidak terlalu berlebihan. Tidak boleh dirimu larut dalam kesepian dan berakibat menyakiti dirimu sendiri.
Kesepian timbul dimana saja, bisa jadi dirimu sedang berada dilingkungan keluarga, pergaulan, atau sedang sendirian. Pada tahap ini terjadi akibat pikiran yang membuatmu khawatir terhadap lingkungan sekitar, dirimu peka akan perasaan yang hampa dan kosong. Sekelilingmu bahkan sunyi dan tidak menghiraukanmu sedikitpun. Oleh karena itu kamu sendirian dan tidak ada yang merasa membutuhkanmu, bagi orang lain dirimu itu tidak dianggap ada sama sekali, begitupun juga apa yang kamu rasakan.
Keberadaan dirimu itu dianggap hampa oleh sekelilingmu. Padahal dirimu ada di sekitar lingkungan itu. “Tetapi mengapa orang tidak melihat dirimu”. Kesedihanmu begitu mendalam, dan hidupmu merasa tidak dianggap. Dirimu mulai larut dalam pikiran kosong dan merasa bahwa hidupmu sendiri di dunia ini.
Dan disini musuh terbesar dalam hidupmu adalah dirimu sendiri. Faktor kesepian bukan hanya datang karena pada lingkungamu berada, tetapi ada pada pikiranmu sendiri. Sesuatu tantangan terberat ialah saat dimana dirimu melawan ego yang ada didalam dirimu sendiri. Itu adalah sesuatu kewajiban supaya bisa lebih paham atas kendali dirimu sendiri.
Dirimu itu berhak menentukan jalan pilihan hidupmu untuk kedepannya. Hanya dirimu harus berusaha dan mau belajar tak henti selama proses dan tahapan itu berjalan. Begitupun sama halnya dengan kesepian orang lain itu butuh waktu untuk memahami isi pikiranmu. Tinggal bagaimana caramu bersosialisasi terhadap orang lain. Gampangnya dapat dilihat dengan gaya dirimu berbicara dan first impression seseorang dilihat dari penampilannya.
Harapannya ada pada dirimu sendiri, untuk maju dan berkambang butuh kemauan dalam dirimu sendiri. Dirimu dapat mencoba untuk memahami sekitar atau lingkungan tempat dirimu berada. Dan saling memahami satu dan lainnya, sesuatu itu membuat dirimu mendapatkan posisi yang nyaman dalam dirimu sendiri dan lingkunganmu.
